
Gambar: Kegiatan pengumpulan buah ke Tempat Penampungan Hasil (TPH). Sumber: Dokumentasi pribadi (27/07/26)
SUKARAMI — Perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu potensi ekonomi yang banyak dilakukan oleh masyarakat Desa Sukarami. Hal ini terlihat dari aktivitas jual beli hasil panen sawit yang dilakukan oleh warga dan pengepul sawit di desa Sukarami.
Salah seorang pengepul sawit yang dikelola oleh Cihonggi telah menjalankan usaha tersebut selama kurang lebih satu tahun dua bulan. Usaha ini dijalankan karena melihat besarnya peluang di sektor perkebunan kelapa sawit, mengingat mayoritas masyarakat Desa Sukarami menggantungkan mata pencahariannya pada perkebunan sawit selain daripada hasil sawah.
Dalam menjalankan usahanya, proses pengumpulan buah sawit dilakukan dengan menyesuaikan permintaan. Sebagian hasil panen dapat diambil langsung dari lokasi perkebunan kelapa sawit petani, sementara sebagian lainnya diantarkan oleh petani ke tempat penampungan hasil.
Hasil panen sawit yang dikumpulkan berasal dari sejumlah wilayah, seperti Desa Sukarami dan juga desa lainnya. Dalam sehari, rata-rata petani yang menjual hasil panennya dengan jumlah mencapai empat hingga lima ton per hari. Sementara itu, dalam satu minggu, total sawit yang dikumpulkan dapat mencapai sekitar 25 hingga 30 ton.Setelah dikumpulkan, buah sawit kemudian didistribusikan ke pabrik untuk proses selanjutnya.
Saat ini, harga beli sawit berada di kisaran Rp2.400 – 2.500 per kilogram. Perubahan harga mengikuti kondisi harga dari pabrik. Ketika harga di tingkat pabrik mengalami penurunan, maka hal yang sama juga diterima oleh para petani.
Petani umumnya melakukan panen kelapa sawit setiap dua hingga tiga minggu sekali. Aktivitas perkebunan tersebut turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat. Hingga saat ini, usaha pengepulan sawit tersebut telah menjalin kemitraan dengan sekitar 30 hingga 35 petani dan Cihonggi juga telah membuka lapangan pekerjaan dengan bagi karyawan di tempat penampungan hasil yang dimilikinya.
Keberadaan usaha pengepulan sawit menjadi salah satu bagian dari rantai ekonomi perkebunan masyarakat Desa Sukarami. Selain membantu menampung hasil panen petani, aktivitas ini juga menjadi penghubung antara petani dengan pabrik sebagai tujuan akhir distribusi hasil panen.
Selanjutnya, Cihonggi berharap usaha pengepulan sawit dapat terus berkembang dan semakin meningkat. Ia juga berharap produksi buah sawit dari para petani semakin banyak sehingga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Desa Sukarami.
